Pages

Friday, 15 October 2010

Tangisan Al-Quran


Sebagai barang perhiasan, mereka mempersolekkan aku namun mereka terus juga menyimpanku dan kadang-kadang mencium aku.

Ketika perayaan mereka melaungkan ayat-ayatku sewaktu sengketa mereka bersumpah atas nama ku.

Di atas rak-rak mereka menyimpan aku sehingga tiba pada perayaan atau sengketa yang lain bila mereka kembali memerlukanku lagi.

Ya! mereka membaca dan menghafalku tetapi sebagai hiasan sajalah aku ini tidak lebih daripada itu.

Perutusa dan peringatan daripadanya yang ku bawa tetap bersembunyi tetap terbiar.

Khazanahnya yang ku bawa tidak juga mereka sentuh.

Arenaku tetap terbentang gersang dan tandus di mana dulunya menyemarak kegemilangan keagungan.

Perlakuan mereka padaku memang biadap begitu banyak yang boleh ku beri. tapi tiada siapa yang sudi menerimanya ...

Mahir-ul Qadri.

P/s : Adakah kita juga melakukan perkara diatas? kalau pernah, mari lah kita menginsafi diri dengan kata-kata tersebut dan kembali kepada fitrah-nya yang asal.

2 comments:

  1. salam sahabat
    ehm semoga kita bisa mendapatkan hikmah dari tangisan Alqur'an secara istiqomah kita bisa mengamalkannya amien maaf telat

    ReplyDelete
  2. Saya setuju akan kata-kata Dhana :)

    ReplyDelete